Pengobatan Asam Lambung

Gaya hidup dan pola makan yang tidak teratur terbukti mempengaruhi timbulnya asam lambung. Kehidupan dengan stress tinggi dan mengkonsumsi makanan berlemak dipercaya sebagai penyebab penyakit refluks gastroesofageal (GERD). Penyakit dengan gejala rasa nyeri dan panas di dada dan asam lambung naik ke kerongkongan. Bila dibiarkan berlarut-larut bisa menimbulkan gangguan suara serak, batuk kronis, sesak napas, bahkan kanker kerongkongan. Gangguan ini bisa diatasi dengan obat-obatan yang tersedia di pasaran. Jenis dan dosisnya dibakukan dalam konsensus nasional penatalaksanaan penyakit refluks gastroesofageal yang disusun kelompok studi GERD indonesia. Pengobatan asam lambung dapat dilakukan dengan cara tradisional. 

Penyakit refluks gastroesofageal menurut definisi dalam konsensus nasional merupakan kelainan yang menyebabkan cairan lambung mengalami refluks (mengalir balik) ke kerongkongan dan menimbulkan gejala khas berupa rasa terbakar di dada, kadang-kadang disertai rasa nyeri serta gejala lain seperti rasa asam dan pahit di lidah, nyeri ulu hati, perut kembung, sering bersendawa, serta kesulitan menelan.

Makanan berlemak seperti keju atau cokelat serta faktor hidup stress bisa menyebabkan produksi asam dan gas berlebihan dalam lambung. Makanan berlemak juga memperlemah klep kerongkongan. Akibatnya asam dan gas naik ke kerongkongan. Hal ini akan menimbulkan luka di kerongkongan.

Kalau terus berlangsung, hal ini akan menganggu organ lain seperti gangguan pita suara, gatal di tenggorokan, asam yang ke paru akan menimbulkan gejala sesak napas seperti asma. Pada kerongkongan akan terjadi penyempitan, radang dan perubahan dinding kerongkongan, mula-mula berupa polip dan bisa berkembang menjadi kanker.

Gejala GERD sering berhubungan erat dengan gejala dispepsia (gangguan pencernaan akibat tingginya asam lambung). Sakit asam lambung juga sering disamakan dengan gangguan jantung karena penderita merasa nyeri, sesak, dan panas di bagian dada. Karena itu diperlukan obat anti asam yang lebih kuat berupa penghambat pompa proton seperti omeprazol, esomeprazol, pantoprazol, lansoprazol.

Obat ini berfungsi menghambat pompa proton pada dinding sel parietal yang merupakan sel yang memproduksi asam sehingga terjadi penurunan produksi dan pengeluaran asam lambung. Keasaman lambung dipertahankan pada Ph 4 hingga 6 untuk memberi kesempatan tubuh memperbaiki kerusakan yang terjadi.

Sebenarnya asam bermanfaat membantu pencernaan dan membunuh kuman. Tetapi, produksi asam yang berlebihan akan merusak dinding lambung dan kerongkongan seperti pada kasus GERD. Upaya menurunkan tingkat keasaman sampai PH 4 hingga 6 sejauh ini tidak membahayakan kesehatan. Pengobatan asam lambung yang sederhana sebenarnya dapat dilakukan dengan cara herbal karena tidak memiliki efek samping. 


=====================================

>>>Nutrisi Gandum Talbinah Untuk Membantu Mengobati Penyakit Asam Lambung, Produk Herbal, Klik Detail Disini!
=====================================
This entry was posted in Pengobatan Asam Lambung and tagged , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>